Topography Survey (Survei Topografi) adalah kegiatan pengukuran dan pemetaan kondisi permukaan tanah di suatu area untuk mendapatkan data bentuk lahan (kontur), elevasi/ketinggian, dan posisi objek yang ada di atasnya, baik alami maupun buatan manusia.
Survei ini biasanya dilakukan sebelum dan selama proyek konstruksi, menggunakan alat seperti Total Station, GPS/GNSS, Theodolite, dan Drone.
Apa saja yang diukur dalam Topography Survey?
- Kontur tanah (naik–turun permukaan)
- Elevasi / ketinggian titik-titik tanah
- Batas lahan
- Jalan, sungai, bangunan eksisting
- Utilitas (saluran, drainase, dll)
- Pohon atau objek penting lainnya
Fungsi Utama Topography Survey :
- Dasar Perencanaan Desain
Menjadi acuan arsitek dan engineer untuk merancang bangunan, jalan, jembatan, atau infrastruktur lainnya. - Menentukan Cut & Fill (Galian dan Timbunan)
Menghitung volume tanah yang harus digali atau ditimbun agar lahan sesuai desain. - Mendeteksi integritas tiang
Menentukan level pondasi, lantai, jalan, dan drainase agar aman dan berfungsi dengan baik. - Kontrol dan Monitoring Proyek
Mengecek apakah pekerjaan konstruksi sesuai dengan desain dan elevasi yang direncanakan. - Pembuatan Peta Topografi
Menghasilkan peta kontur, peta situasi, dan model permukaan tanah (DTM/DEM). - Identifikasi Risiko Teknis
Mendeteksi area rawan longsor, genangan air, atau kemiringan ekstrem sejak awal.

